2 June 2026 17:42
Peluang emas bagi lulusan SMA sederajat maupun pejuang gap year kembali terbuka. Memasuki tahun ke-12 pelaksanaannya, Online Scholarship Competition (OSC) kembali memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dengan beasiswa penuh hingga lulus.
Tahun ini, OSC bekerja sama dengan berbagai kampus ternama di Indonesia untuk menyediakan total 140 beasiswa S1. Salah satu mitra kampus yang secara konsisten mendukung program ini adalah Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar, yang telah bergabung sebagai penyedia beasiswa sejak 2019.
"Data kami menunjukkan bahwa sampai saat ini, Universitas Muslim Indonesia sudah memberikan beasiswa sebanyak 141 mahasiswa lewat kerja sama dengan Medcom.id," ungkap Wakil Rektor 1 UMI, Prof. Dirgahayu Lantara yang dikutip Selamat Pagi Indonesia pada Selasa, 2 Juni 2026.
Program beasiswa OSC menawarkan keuntungan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa. Penerima beasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan fasilitas bebas uang pangkal dan bebas uang semester hingga masa studi selesai.
Prof. Dirgahayu menyatakan bahwa keterlibatan UMI dalam OSC merupakan perwujudan dari visi institusi sebagai lembaga wakaf yang bertujuan membina generasi masa depan.
"Bagi kami di Universitas Muslim Indonesia, melakukan aktivitas pembinaan generasi ke depan itu merupakan suatu impian atau perwujudan kami sebagai lembaga berbasis wakaf," ujar Prof. Dirga.
Syafitri Dewi Aginda, penerima beasiswa OSC 2024 yang saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UMI, membagikan pengalamannya. Menurutnya, UMI merupakan pilihan tepat karena telah menyandang akreditasi Unggul dari BAN-PT.
"UMI membantu kami untuk mengasah dan mengoptimalisasikan potensi yang ada di diri kita. Tidak hanya mendapatkan beasiswa secara pendidikan, melainkan mendapatkan lingkungan yang mendukung kita untuk berkembang lebih baik lagi," jelas Aginda.
Meski memberikan fasilitas kuliah gratis, pihak kampus tetap menerapkan standar akademik yang tinggi bagi para penerima beasiswa. Prof. Dirga menjelaskan bahwa setiap mahasiswa terpantau secara berkala setiap semester.
"Kami mengarahkan agar bakat dan minat yang telah dibawa sejak bangku SMA itu dikembangkan secara terus-menerus," tuturnya.
Namun, ada konsekuensi logis bagi mereka yang mengalami penurunan prestasi akademik. Pihak kampus memberikan kesempatan maksimal dua kali untuk perbaikan nilai sebelum dilakukan evaluasi mendalam terhadap keberlanjutan beasiswa tersebut.
"Kami harapkan itu bukan sebagai suatu hukuman, melainkan sebagai suatu motivasi. Tapi alhamdulillah sampai saat ini semua penerima beasiswa OSC ini tidak ada yang mengalami yang saya ungkapkan tadi," pungkasnya.
| Baca juga: Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, 140 Beasiswa S1 Siap Dibagikan |
Syarat Beasiswa OSC 2026
Ketentuan Peserta Beasiswa OSC 2026