Berburu Oleh-Oleh di Pasar Kakiyah, 'Tanah Abang' Kota Makkah

18 May 2026 22:16

Di sela-sela pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia memiliki tempat favorit tersendiri untuk berburu buah tangan. Salah satunya adalah Pasar Kakiyah, sebuah pusat perbelanjaan tiga lantai yang kerap dijuluki sebagai "Tanah Abang-nya Kota Makkah". Jemaah haji khusus ESQ Tours menyempatkan diri mendatangi pasar ini sejak pukul delapan pagi waktu setempat demi memborong oleh-oleh untuk kerabat dan sanak keluarga di Tanah Air.

Jurnalis Metro TV, Rina Rahmadani, yang ikut menyertai rombongan melaporkan bahwa akses menuju lokasi ini terbilang sangat terjangkau. Hanya dengan ongkos sebesar 30 Riyal untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan minibus atau coaster, jemaah sudah bisa mencapai Pasar Kakiyah dari hotel pemondokan dalam waktu sekitar 20 menit saja. Setibanya di lokasi, jemaah langsung bergerak cepat menyisir los-los pasar untuk berburu pernak-pernik, sajadah, abaya, kurma, hingga panganan yang sedang tren.

Salah satu komoditas yang paling diincar oleh jemaah tahun ini adalah cokelat Pistachio yang sedang viral di media sosial. Pembimbing ibadah ESQ Tours, Ustaz Munawir, kedapatan ikut memborong camilan khas tersebut setelah berhasil melakukan tawar-menawar dengan pedagang setempat. 


Aksi Tawar-Menawar Abaya dan Sajadah Murah

Selain cokelat, pakaian dan hijab juga menjadi primadona teratas di pusat grosir ini. Jemaah haji khusus asal Indonesia, Oma Yuniarti, tampak antusias memamerkan hasil buruannya berupa abaya dan selendang yang dibelinya dengan harga miring setelah melalui proses tawar-menawar yang seru bersama pedagang lokal.

"Nih, beli gamis. Beli gamis, nih gamisnya ada tiga. 105 (Riyal). Terus ini apa, hijab... hijab kayak gini setengah lusin. Ya buat oleh-oleh lah tetangga, saudara, siapa aja," ungkap Oma Yuniarti dikutip dari Newsline Metro TV, Senin 18 Mei 2026.

Kesan serupa juga disampaikan oleh Setiawati, jemaah ESQ Tours lainnya yang mengaku terkejut dengan murahnya harga barang-barang suvenir khas Arab Saudi di pasar tiga lantai ini. Ia bahkan mengaku tergoda untuk memborong lebih banyak barang bawaan berkat harga grosir yang sangat bersahabat bagi kantong jemaah Indonesia.

"Waduh, kayaknya kalau bisa kita borong, borong nih. Murah-murah ternyata harganya di pasar ini ya. Seperti tasbih, saya udah beli tasbih, terus baju gamis, apa lagi tuh, sama sajadah. Nih, luar biasa banyaknya. Senang banget. Oleh-oleh buat keluarga di Jakarta. Mudah-mudahan berkah, bisa dipakai semuanya. Amin, amin ya rabbal alamin," tutur Setiawati.

Setelah puas menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk memborong buah tangan, para jemaah langsung bergegas kembali ke hotel masing-masing. Kedisiplinan waktu ini sengaja diterapkan agar jemaah tetap memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan bersiap diri melaksanakan salat Zuhur berjemaah di Masjidil Haram.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)