Hari Pertama WEF 2026: Isu Geopolitik dan Ancaman AI Jadi Sorotan

20 January 2026 23:24

Perhelatan ekonomi tingkat tinggi, World Economic Forum (WEF) 2026, secara resmi dimulai di Davos, Swiss. Forum yang mempertemukan sekitar 3.000 peserta dari 130 negara ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin pemerintahan, CEO perusahaan multinasional, dan organisasi internasional untuk berdialog di tengah dinamika global yang kompleks.

Mengusung tema "A Spirit of Dialog", pertemuan tahunan ini akan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Agenda tahun ini dinilai krusial untuk meredam tensi geopolitik yang meningkat serta menjawab tantangan geoekonomi yang dihadapi banyak negara.

Bahaya dan Peluang AI Jadi Sorotan

Sejumlah topik utama mewarnai diskusi di hari pertama pembukaan forum. Para delegasi membahas secara mendalam mengenai gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik, maraknya kebijakan proteksionisme, hingga disrupsi teknologi.

Isu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendapat perhatian khusus. Bagi Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya, kehadiran AI dipandang sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini dianggap sebagai ancaman bagi sektor ketenagakerjaan. Namun di sisi lain, AI menawarkan peluang besar untuk mendongkrak produktivitas nasional.

Agenda Presiden dan Promosi Investasi

Dalam forum bergengsi ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato serta melakukan serangkaian pertemuan penting. Presiden diagendakan menggelar pertemuan bilateral dengan kepala negara sahabat serta berdialog langsung dengan pimpinan perusahaan teknologi dan investor global.

Upaya menarik minat investor juga diperkuat dengan kehadiran Indonesia Pavilion. Fasilitas ini menjadi etalase utama untuk memamerkan potensi ekonomi dan komoditas unggulan Tanah Air. Rencananya, Indonesia Pavilion akan menggelar upacara pembukaan dan malam apresiasi bertajuk Indonesia Night pada 21 Januari mendatang.

Meski Kementerian Investasi/BKPM tidak mematok target angka investasi secara spesifik dalam kunjungan kali ini, kehadiran Indonesia di Davos diharapkan mampu menjadi pintu gerbang bagi pemodal asing untuk mengenal lebih jauh potensi bisnis di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)