Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina Optimalkan Fungsi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus

16 January 2026 12:48

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia mendorong kolaborasi nasional untuk merehabilitasi 12,7 juta hektare lahan kritis yang tersebar di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam memulihkan ekosistem hutan.

Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan nota kerja sama antara Kementerian Kehutanan dengan Yayasan Pertamina mengenai optimalisasi fungsi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Saat ini, pemerintah telah menetapkan 60 unit KHDTK di seluruh Indonesia dengan total luas mencapai 181.329 hektare. Program ini dimanfaatkan untuk penyuluhan, pelatihan, rehabilitasi lahan kritis secara masif, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
 

Baca juga:

Mengenal Deforestasi: Penyebab, Dampak, dan Upaya Pencegahannya


Wamenhut memberikan apresiasi khusus kepada Pertamina Foundation dan PT Pertamina atas dukungannya. Kerja sama ini diharapkan menjadi model inovasi dan center of excellence dalam meningkatkan kapasitas SDM kehutanan di lapangan.

Menanggapi bencana alam yang baru-baru ini melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kemenhut memastikan rehabilitasi hutan akan dilakukan secara bertahap. Proses ini akan dimulai segera setelah tahap pemulihan dan rekonstruksi wilayah terdampak selesai dilakukan.

Rohmat Marzuki secara khusus mengajak Pertamina untuk berkolaborasi dalam program 'Rebuild Sumatra'. Program ini bertujuan untuk memulihkan kembali ekosistem hutan di tiga provinsi terdampak agar fungsi ekologisnya kembali maksimal.

"Mari kita bersama-sama melakukan upaya pemulihan ekosistem hutan, khususnya di Pulau Sumatra," ujar Rohmat Marzuki.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)