BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 2 Meter di Perairan Flores hingga 15 Januari

14 January 2026 17:17

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang menerjang perairan utara dan selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung hingga 15 Januari 2026.

Gelombang laut dengan ketinggian berkisar antara 1,5 hingga 2 meter disertai angin kencang dilaporkan melanda wilayah pesisir. Fenomena ini telah menyebabkan aktivitas nelayan di wilayah tersebut terhenti total dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi Kelas III Fransiskus Xaverius Seda, gelombang dalam kategori sedang ini tidak bisa dianggap remeh. BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi besar membahayakan keselamatan pelayaran, baik bagi kapal nelayan tradisional maupun pelaku pelayaran antar-pulau.

"Tinggi gelombang di wilayah perairan utara dan selatan Flores berada dalam kategori sedang yang dapat membahayakan jalur pelayaran. Kami imbau nelayan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca," tulis laporan BMKG tersebut.
 

Baca juga: Ini Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 13-19 Januari

Selain ancaman gelombang tinggi, BMKG juga menyoroti potensi cuaca buruk di daratan. Masyarakat di wilayah Sikka dan Nagekeo diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi akan mengguyur wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan menunda aktivitas laut jika kondisi tidak aman. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)