15 January 2026 21:19
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah baru. Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, IHSG sukses menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di angka 9.100,82.
Euforia di pasar saham ini kontras dengan kondisi nilai tukar Rupiah yang justru terpuruk. Di saat yang bersamaan, Rupiah melemah signifikan hingga mendekati level psikologis Rp17.000 per Dolar AS.
Analis Bursa Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai fenomena ini sebagai dinamika yang menarik. Kenaikan IHSG didorong oleh optimisme domestik, sementara pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang kuat.
"Ini pertama kali IHSG mencapai rekor yang di-drive oleh sektor keuangan atau bank-bank kita. Kenaikan IHSG lebih disebabkan faktor domestik, sedangkan pelemahan Rupiah murni karena penguatan Dolar AS akibat kebijakan Amerika dan risiko geopolitik," jelas David dalam Newsline Bisnis, Metro TV.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan sesi sore, IHSG konsisten bertahan di zona hijau. Penguatan indeks ditopang kuat oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (Big Caps) dan sektor consumer cyclicals.
Waspada Profit Taking Jelang Long Weekend
Meskipun IHSG mencetak rekor, David mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang akhir pekan (long weekend). Terpantau pada sesi kedua, indeks sempat sedikit terkoreksi dari level tertingginya ke kisaran 9.060-an.
Selain itu, kondisi bursa global yang mayoritas memerah mulai dari Dow Jones (AS), FTSE 100 (Eropa), hingga Nikkei dan Hang Seng (Asia) menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor.
"Investor global saat ini cenderung Risk Off, memilih aset aman (Safe Haven) seperti emas. Kalau besok pasar global masih terkoreksi, ada kemungkinan besar Senin depan kita juga akan ikut koreksi sehat," prediksi David.
Namun, secara jangka menengah (medium term), tren IHSG dinilai masih sangat solid (bullish) dengan dukungan fundamental ekonomi makro Indonesia yang kuat meski di tengah ketidakpastian global.