16 September 2026 17:40
Banjarmasin: Pihak keluarga masih menanti kepastian keberadaan anggota keluarga mereka yang menjadi korban tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8. Mereka menantikan setiap informasi penting pada pencarian hari keempat ini
Salah satu keluarga korban, Fauzi, misalnya. Dia yang telah berada di Pelabuhan Trisakti sejak Minggu, 13 September 2026, itu, masih menunggu kabar mengenai ibu dan sejumlah saudaranya yang belum ditemukan.
“Ya terutama ibu dan saudara-saudara. Ada tujuh orang belum ada kabar dari pihak tim SAR maupun dari kepolisian,” kata Fauzi dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 16 September 2026.
Fauzi berharap seluruh anggota keluarganya segera ditemukan. Meskipun ditemukan sudah dalam bentuk jenazah. Setidaknya bisa dikuburkan secara layak.
“Ingin yang terbaiklah biarpun jasadnya, yang penting ditemukan yang kami bawa pulang begitulah,” ujarnya.
Selama empat hari berada di posko, Fauzi mengaku terus menanyakan perkembangan pencarian kepada petugas. Namun, pihak petugas masih belum bisa memberikan jawaban pasti.
“Dari hari pertama kami disuruh menunggu update yang bekerja di lapangan. Terus yang hari kedua saya tanyain ya seperti itu juga. Hari ketiga kemarin saya tanyain ya begitu juga jawabannya. Entah hari ini semoga aja beda,” katanya.
Pada hari keempat, sekitar 1.100 personel SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Enam armada udara, termasuk helikopter, serta 17 kapal digunakan untuk menyisir perairan Laut Jawa.
Kepala Basarnas menyebut kondisi laut menjadi salah satu kendala pencarian. Gelombang cukup besar, arus Laut Jawa kuat, dan kondisi air keruh, sehingga membahayakan penyelam yang melakukan pencarian di bawah permukaan.
Tim SAR juga masih berupaya mengapungkan atau mengembalikan posisi KM Virgo Transport 8. Langkah tersebut dilakukan karena terdapat indikasi masih ada korban di dalam bangkai kapal.
Sementara itu, Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, telah menerima 56 laporan keluarga korban. Sebanyak 54 laporan telah diverifikasi dan tercatat dalam daftar manifest, sedangkan dua laporan dinyatakan tidak terdapat dalam manifest.
Posko DVI Polda Jawa Timur juga telah menghimpun 69 data antemortem dari keluarga korban dan mengumpulkan 20 sampel DNA. Dari enam korban yang telah teridentifikasi meninggal dunia, empat di antaranya berasal dari Jawa Timur dan telah dimakamkan di daerah masing-masing.
Di Surabaya, keluarga korban juga masih bertahan di posko untuk menunggu kepastian. Fredy Manhua, kakak salah satu korban, mengaku belum mendapatkan informasi valid mengenai keberadaan adiknya.
“Sampai di hari keempat ini kabar tentang adik saya belum saya dapat validnya seperti apa saya belum bisa dapat dan saya masih tetap menunggu entah sampai kapan tetap saya tunggu saja,” kata Fredy.
Fredy berharap adiknya dan korban lainnya segera ditemukan dalam kondisi apa pun.
“Harapan keluarga semua semoga bisa ditemukan dalam keadaan apapun dan mudah-mudahan secepatnya bisa ditemukan,” ujarnya.
Fredy juga meminta pencarian terus dilanjutkan dan waktu operasi diperpanjang jika diperlukan.
“Saya mohon juga semoga tetap berlanjut pencarian korban jangan berhenti sampai di sini,” katanya.