4 August 2026 18:38
Musim panas ekstrem dan kekeringan hebat yang melanda wilayah Eropa kini mulai mengancam stabilitas aktivitas penting masyarakat. Penurunan permukaan air di sungai-sungai besar dan danau utama dilaporkan berdampak signifikan, mulai dari krisis operasional pembangkit listrik di Hongaria hingga gangguan saluran irigasi pertanian di Inggris.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 4 Agustus 2026, di Hongaria, kondisi kekeringan yang berkepanjangan dan gelombang panas ekstrem telah menyebabkan Sungai Danube, salah satu sungai terbesar di Eropa, menyusut drastis. Berdasarkan data terbaru, permukaan air Sungai Danube di Budapest turun hingga mencapai sekitar 10 sentimeter. Angka ini jauh di bawah rekor terendah sebelumnya, yakni 33 sentimeter yang tercatat pada tahun 2018.
Penyusutan ini berdampak langsung pada sektor energi nasional. Satu-satunya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Hongaria, PLTN Paks, kini berada di ambang penghentian operasional. Hal ini menjadi momen kritis pertama bagi pembangkit tersebut dalam 44 tahun masa layanannya.
Selama ini, PLTN Paks sangat bergantung pada air dari Sungai Danube untuk mendinginkan reaktornya. Akibat debit air yang terbatas, operasional reaktor terpaksa dikurangi. Saat ini, PLTN tersebut hanya mampu menghasilkan daya sebesar 240 megawatt, merosot tajam dari kapasitas normalnya yang mencapai 2.000 megawatt per hari. Kondisi ini memaksa pemerintah setempat dan pengelola listrik untuk memberlakukan kebijakan pemadaman bergilir bagi masyarakat.