5 August 2026 17:56
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku dan Papua yang masih tertinggal dibandingkan wilayah lain. Pemerintah berkomitmen mencari sumber pertumbuhan baru agar perekonomian di wilayah timur dapat berkembang lebih optimal.
Purbaya mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk merumuskan langkah-langkah yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
"Sumber pertumbuhan di sana memang belum optimal. Kita akan lihat seperti apa. Saya akan konsultasi dengan Bappenas untuk memastikan pertumbuhan di sana lebih cepat," kata Purbaya dalam media briefing di kantornya, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Purbaya, perlambatan pertumbuhan ekonomi di sebagian wilayah Maluku dan Papua bukan merupakan persoalan baru. Ia menilai daerah yang memiliki sektor pertambangan cenderung mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan wilayah yang tidak memiliki sumber daya tersebut.
"Tapi kan masalah pertumbuhan lambat di sana sudah terjadi berapa lama terakhir kan. Kalau Anda ingat presentasi dari Menteri Bappenas, kelihatan sekali di Papua, di Maluku, agak lambat. Nggak semua ya, daerah tertentu ya. Saya yakin yang Maluku Utara yang punya tambang pasti tumbuhnya kencang itu. Tapi yang lain, yang nggak punya itu mungkin lambat," ujarnya.
Purbaya menegaskan pemerintah akan mengkaji lebih dalam berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di kawasan timur agar pertumbuhan dapat lebih merata.
"Kita akan pelajari lebih dalam dan akan kita pastikan ada mesin pertumbuhan ekonomi yang bisa dihidupkan di sana," ungkapnya.