Perusahaan antariksa SpaceX kembali mencetak sejarah dengan memecahkan rekor penggunaan ulang roket Falcon 9 dalam dua peluncuran satelit Starlink pada hari Sabtu, 21 Februari 2026.
Dua misi yang dilakukan dalam satu hari ini berhasil menempatkan 53 satelit baru ke orbit bumi, sekaligus mengukuhkan dominasi teknologi luar angkasa Amerika Serikat (AS).
Peluncuran pertama dilakukan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California, di mana booster B1063 menjalani penerbangannya yang ke-31.
Hanya berselang beberapa jam, roket kedua dengan kode B1067 meluncur dari Cape Canaveral, Florida, sekaligus menetapkan rekor dunia baru dengan 33 penerbangan bolak-balik ke luar angkasa.
Kedua roket pendorong itu berhasil mendarat dengan sempurna di atas kapal drone yang disiagakan di Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Dengan tambahan 53 unit ini, total satelit
Starlink yang aktif di orbit bumi kini telah mencapai lebih dari 1.700 unit untuk layanan internet broadband global.
Misi ganda ini sekaligus menjadi peluncuran Falcon 9 ke-21 dan 22 sepanjang tahun 2026. SpaceX terus membuktikan bahwa penggunaan ulang roket secara masif menjadi kunci utama efisiensi eksplorasi ruang angkasa di masa depan.