Di tengah permasalahan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) Jakarta yang kian kritis, sebuah pemukiman padat penduduk di Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, muncul menawarkan solusi. Melalui kepemimpinan Ketua RT 08/RW 04, Taufiq Supriadi, warga setempat berhasil mengelola sampah mandiri yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mencegah stunting dan mendatangkan keuntungan ekonomi.
Taufiq Supriadi, yang juga merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), menerapkan konsep Triple Bottom Line: People, Profit, dan Planet di lingkungannya. Ia mengajak 41 rumah di wilayahnya untuk memilah sampah melalui empat metode utama, yakni lubang biopori, tong komposter, budidaya maggot hingga Bank Sampah.
"Manfaatnya jelas, lingkungan kita lebih bersih. Warga yang memilah sampah non-organik sekarang sudah punya tabungan. Ada yang mencapai Rp2,6 juta hingga Rp3 juta dalam 20 bulan. Ini jadi tabungan emas bagi mereka," ujar Taufiq.
Selain pengelolaan sampah, RT 08 Malaka Jaya melakukan perombakan sistem drainase di lingkungannya yang padat penduduk. Saluran air yang dulunya kotor dan gersang kini disulap menjadi kolam lele dan akuarium ikan hias.
Ikan-ikan ini dipelihara menggunakan pakan dari maggot hasil olahan sampah warga. Menariknya, hasil panen lele tersebut didedikasikan sebagai sumber gizi bagi balita, lansia, dan ibu hamil guna mencegah stunting di wilayah tersebut. Berdasarkan uji laboratorium, kandungan nutrisi ikan lele dari kolam ini diklaim tidak kalah dengan ikan salmon karena hanya diberi pakan pelet dan daun pepaya.
Transparansi juga menjadi kunci keberhasilan lingkungan ini. Taufiq menciptakan aplikasi 'RT Online' untuk melaporkan keuangan dan iuran warga secara digital sehingga dapat diakses dan dibaca oleh seluruh warga.
"Kami ingin membantu pemerintah menjaga Jakarta dari lingkup terkecil. Indonesia maju tidak hanya dari gedung tinggi, tapi dari langkah simpel menjaga lingkungan mulai dari rumah masing-masing," pungkas Taufiq.
Di akhir Taufiq berharap semoga apa yang ia lakukan melalui upaya pengelolaan sampah bisa menjadi teladan bagi ketua RT di seluruh Indonesia. Ia juga mengajak agar masyarakat bisa mulai menjaga lingkungan dari lingkup kecil mulai dari rumah masing-masing.