Tolak Intervensi Israel, Pemimpin Hizbullah Desak Lebanon Berdamai dengan Iran

22 June 2026 23:03

Pemimpin tertinggi Hizbullah meminta Pemerintah Lebanon untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan Iran dan menegaskan secara eksplisit bahwa pihaknya tidak setuju dengan poin-poin kesepakatan gencatan senjata dengan zionis Israel. Ketegangan politik ini mencuat ke publik setelah kesepakatan awal internasional tidak mengakomodasi kedaulatan penuh negara tersebut.

Dalam pidato resminya yang disampaikan pada Minggu, 21 Juni 2026 waktu setempat, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan menerima kesepakatan gencatan senjata apa pun yang nantinya memberikan celah bagi zionis Israel untuk bisa bertindak bebas di Lebanon. Pihaknya juga menuntut jaminan mutlak atas penarikan penuh pasukan zionis Israel dari seluruh wilayah wilayah Lebanon Selatan tanpa syarat.

Guna memperkuat posisi tawar di meja perundingan, Qassem mendesak otoritas politik di Beirut untuk tidak membuang momentum dan segera menerima uluran tangan dari Teheran. Ia menilai bantuan serta sokongan logistik dari Iran sangat krusial untuk mendorong penarikan mundur pasukan zionis dari kedaulatan tanah Lebanon.

Secara terbuka, Sheikh Naim Qassem menyentil keraguan para elit politik Lebanon yang dinilai lambat dalam membaca arah geopolitik global saat ini, di mana banyak negara besar justru mulai membuka ruang diplomasi dengan Teheran.

"Saya menyerukan kepada pemerintah Lebanon untuk mengambil manfaat dari proses nota kesepahaman. Lihatlah orang-orang terhormat di Iran. Pergilah dan perbaiki situasi Anda dengan Iran, wahai otoritas politik. Perbaiki hubungan Anda dengan Iran, bahkan Amerika Serikat pun sedang memperbaiki situasinya dengan Iran. Semua negara Arab sedang menyesuaikan hubungan mereka dengan Iran. Anda ini siapa? Orang macam apa Anda? Anda masih berdiri di samping, di belakang yang lain, mengapa? Selesaikanlah. Kejar ketertinggalan di waktu yang tepat, karena ini adalah sumber kekuatan bagi Anda. Tidak seorang pun akan mengambil apa pun dari jalan Anda," tegas Sheikh Naim Qassem dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Senin 22 Juni 2026.

(Sofia Zakiah)