8 January 2026 23:50
Memasuki hari keempat proses pencarian dan evakuasi pasca-banjir bandang yang melanda Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan korban yang dinyatakan hilang. Hingga Kamis sore, 8 Januari 2026, tercatat belasan warga menjadi korban jiwa dalam musibah tersebut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Manado, Ida Bagus Ngurah Asrama, melaporkan bahwa berdasarkan data terbaru sebanyak 17 orang meninggal dunia. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.
"Sampai sore ini, korban meninggal tetap 17 orang dan dua orang masih dalam proses pencarian di hari keempat ini," ujar Ida Bagus dalam keterangannya.
Selain mengakibatkan korban jiwa, bencana ini juga memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat, sebanyak 691 jiwa kini berada di beberapa titik pengungsian. Pemerintah daerah memastikan bahwa penanganan logistik dan kebutuhan para pengungsi telah mulai teratasi.
Wilayah yang terdampak paling parah dilaporkan berada di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta beberapa kecamatan lainnya di Kepulauan Sitaro.
| Baca juga: Basarnas Sulut Bagikan Internet Gratis untuk Korban Banjir Bandang di Sitaro |