China Kenalkan Sinong, Model AI Pertanian untuk Dorong Inovasi Ketahanan Pangan-Melek Teknologi

22 January 2026 13:52

Jakarta: China kembali menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan meluncurkan Sinong, sebuah model Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk sektor pertanian.

Berbeda dari model AI umum yang digunakan untuk perkantoran, desain, atau pemrograman, Sinong dikembangkan secara spesifik untuk mendukung riset, inovasi, dan transformasi pertanian modern.

Dikembangkan Universitas Pertanian Nanjing dan Bersifat Open Source

Sinong merupakan model AI open source yang dikembangkan oleh Nanjing Agricultural University. Model ini dikategorikan sebagai AI vertikal karena fokus penuh pada bidang pertanian, mulai dari produksi hingga kebijakan.
 

Menurut pengembangnya, Sinong dilatih menggunakan basis data pertanian berskala besar dan multidisiplin. Data tersebut mencakup bidang pertanian cerdas, hortikultura, pemuliaan tanaman, kedokteran hewan, ekonomi dan manajemen pertanian, hingga kebijakan serta standar pertanian. Secara keseluruhan, dataset yang digunakan meliputi hampir 9.000 buku, lebih dari 240.000 artikel akademik, serta sekitar 20.000 dokumen kebijakan dan standar terkait pertanian.

Pendekatan ini membuat Sinong memiliki pemahaman yang lebih kontekstual dibandingkan model AI umum. Dalam pengembangannya, tim peneliti juga menanggapi tantangan utama AI generatif, seperti potensi halusinasi jawaban dan keterbatasan pengetahuan yang tidak selalu mutakhir. Untuk mengatasi hal tersebut, Sinong dibangun dengan pemrosesan data multidimensi, mekanisme penalaran berlapis, serta referensi kontekstual yang relevan dengan praktik pertanian nyata.

Dorong Pertanian Digital dan Ketahanan Pangan China

Sinong dirilis dengan skema open source, yang memungkinkan peneliti, pengembang, dan pelaku industri untuk mengembangkan serta menyesuaikan model sesuai kebutuhan lokal. Pendekatan terbuka ini dinilai penting untuk mempercepat adopsi AI di sektor pertanian tanpa bergantung pada teknologi mahal atau tertutup.

Peluncuran Sinong juga sejalan dengan strategi nasional China dalam mendorong pertanian digital dan pertanian berbasis AI. Pemerintah dan institusi riset menempatkan teknologi sebagai alat strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi, mendukung inovasi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
 
Dengan hadirnya Sinong, AI tidak lagi dipandang hanya sebagai teknologi canggih untuk sektor digital, melainkan sebagai solusi praktis yang menyentuh sektor paling mendasar, yakni sistem pangan. Model ini menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya berada di ruang kerja dan layar komputer, tetapi juga di ladang, sawah, dan ekosistem pertanian global.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)