Banjir di Pati Kembali Meninggi

Udin Ali Nani • 22 January 2026 19:55

Harapan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk melihat banjir segera surut harus tertunda. Sempat mengalami penurunan debit air sekitar 10 sentimeter pada malam hari, banjir kembali naik dan meluas pada pagi harinya akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

Salah satu dampak terparah dirasakan di Kecamatan Juwana. Di wilayah ini, tercatat 23 desa terdampak, di mana Desa Doropayung menjadi titik yang paling memprihatinkan. Akses menuju desa ini lumpuh total, membuat warga terisolasi selama 13 hari terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air di jalan utama Desa Doropayung mencapai 50 hingga 75 sentimeter. Aktivitas warga nyaris lumpuh total. Untuk keluar masuk desa, warga hanya bisa mengandalkan perahu atau nekat berjalan kaki menerobos genangan air yang keruh.

Kondisi rumah warga yang terendam selama hampir dua pekan mulai mengalami kerusakan fisik yang cukup parah. Warga yang bertahan kini sangat bergantung pada bantuan logistik dari luar karena tidak bisa beraktivitas ekonomi.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan terus disalurkan. Rombongan dari Kodim 0718 Pati terlihat menelusuri jalan desa dan membagikan sembako kepada warga yang masih bertahan di rumah mereka.

“Jadi kami dari Kodim sedang menyalurkan bantuan yang sudah dimasak di dapur umum. Alhamdulillah bisa kita salurkan sekitar 300-an bungkus buat masyarakat semua di daerah terdampak ini,” ujar Dandim 0718 Pati, Yugi Adanto.

Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Pati masih dalam status memprihatinkan. Data terbaru mencatat sebanyak 63 desa yang tersebar di tujuh kecamatan kini terendam air. Variasi ketinggian air di permukiman berkisar antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter di titik terdalam.

(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)