11 July 2026 23:12
Kerinduan akan kampung halaman seringkali menjadi pemantik ide bisnis yang cemerlang. Hal inilah yang dialami oleh Nurul Fatimah Hadiyanti, seorang wirausahawati asal Makassar yang berhasil mengubah rasa kangennya terhadap kuliner Sulawesi menjadi sebuah peluang bisnis berskala internasional melalui merek Sulawesifood (Sufood).
Hadir dalam kompetisi wirausaha Juragan Jaman Now Season 5 di Metro TV, Nurul memukau para panelis dengan lini produk bumbu instan autentiknya yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki daya tahan luar biasa.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Sufood adalah daya tahan produknya. Meski tanpa menggunakan bahan pengawet, bumbu Sufood mampu bertahan hingga satu tahun di suhu ruang. Nurul menjelaskan bahwa rahasianya terletak pada proses pengemasan yang menggunakan teknik sterilisasi suhu tinggi (presto).
"Bumbu kami hadir untuk memudahkan siapa saja memasak masakan Sulawesi di mana pun dan kapan pun," ujar Nurul di hadapan para panelis. Saat ini, Sufood telah memiliki tujuh varian bumbu khas Sulawesi Selatan, mulai dari Coto Makassar, Sop Konro, hingga Palubasa dan Nasu Palekko.
Kualitas rasa Sufood tidak perlu diragukan lagi. Panelis Reino Barack memberikan pujian untuk produk ini.
“Saya bukan orang Makassar aja bilang enak, bagaimana orang Makassar,” puji Reino.
Senada dengan Reino, Rex Marindo keautentikan rasanya. Rex bahkan berkelakar bahwa "masalah" terbesar dari produk ini adalah membuat orang ingin terus menambah porsinya.
Panelis, Irwan Mussry, juga memberikan pujian tertinggi bagi produk ini.
"Ini sih 4E 1S: Enak, Enak, Enak, Enak, Sekali!" seru Irwan setelah mencicipi hasil masakan dari bumbu tersebut.
Kekuatan produk Sufood terbukti dari pertumbuhannya yang organik. Menurut mentor Peter Shearer, Sufood berhasil meraih lebih dari 80.000 pengikut di media sosial tanpa teknik pemasaran yang agresif. Saat ini, penjualan Sufood didominasi oleh kanal online (B2C) sebesar 90%, dengan jangkauan pasar yang telah menembus 40 negara melalui para diaspora Indonesia dan pecinta kuliner.
Dalam presentasinya, Nurul menawarkan dua opsi investasi untuk mengembangkan usahanya. Ambisi besarnya adalah melengkapi seri bumbu dari seluruh wilayah Sulawesi (Utara, Tengah, Barat, dan Tenggara). Selain itu, ia berencana menggunakan pendanaan untuk meningkatkan alat produksi guna meminimalkan tingkat kesalahan (error rate) dalam proses sterilisasi.
Kisah Sulawesifood menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Indonesia bahwa dengan menjaga keautentikan rasa dan berani berinovasi dalam teknologi produksi, kuliner tradisional Indonesia sangat mampu bersaing di panggung global.