Kisah Haru Petugas Haji Temani Jemaah Lansia Menangis karena Tersesat di Mina

27 May 2026 19:01

Petugas Haji Indonesia 2026, Indadari, membagikan kisah haru saat membantu seorang jemaah haji lansia asal Indonesia yang tersesat dan menangis sendirian di kawasan Mina usai melontar jumrah.

Menurut Indadari, jemaah bernama Ibu Sahdiah itu lupa lokasi tendanya dan tidak membawa identitas diri sehingga sempat kesulitan ditemukan oleh rombongannya.

“Tadi pagi saya berjumpa dengan seorang nenek-nenek yang dia nangis di pinggir jalan karena nggak bawa identitas,” kata Indadari dalam tayangan Newsline Metro TV, Rabu 27 Mei 2026.

Ia mengatakan sang jemaah lansia hanya membawa gelang haji sehingga petugas harus mengecek data melalui aplikasi untuk menemukan lokasi tendanya.

"Qadarullah, Ibu Sahdiah ini tidak membawa identitas sama sekali. Jadi cuma ada gelang akhirnya kita cek di aplikasi dan ketemu tuh tendanya dan qadarullah dijemputnya lama banget gitu," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, kejadian bermula saat Ibu Sahdiah keluar dari rombongan karena ingin ke toilet. Namun, karena faktor usia dan kondisi yang ramai, ia lupa memberi tahu anggota keluarga atau ketua kelompoknya. Akibatnya, ia tersesat dan tidak tahu arah jalan kembali.

"Nenek itu sendirian, dia merasa bersalah sama keluarganya karena keluar pengen pipis, lupa, ini nggak bilang apa segala macam jadi ibu nangis di pinggir jalan," terangnya. 


Ibu Sahdiah sempat bercerita tentang perjuangannya untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ia mengaku telah menanti selama belasan tahun demi menunaikan rukun Islam kelima ini. Rasa takut kehilangan kesempatan ibadah dan kekhawatiran akan nasibnya sempat menyelimuti batinnya, apalagi ia sama sekali tidak membawa kartu identitas saat terpisah.

Selama menunggu jemputan, Indadari menemani Ibu Sahdiah yang terus menangis sampai momen yang dinanti akhirnya tiba. Perwakilan keluarga bersama ketua rombongan berhasil menemukan keberadaan Ibu Sahdiah. Isak tangis pecah seketika saat mereka saling berpelukan erat, meluapkan rasa syukur karena dipertemukan kembali dalam keadaan selamat.

“Jadi haru juga tadi pagi-pagi lihat mereka nangis-nangisan peluk-pelukan karena akhirnya saling menemukan,” ucapnya.

Selain membantu jemaah lansia tersesat, Indadari juga aktif mendampingi jemaah disabilitas selama pelaksanaan ibadah haji 2026, termasuk membantu mendorong kursi roda menuju Raudhah di Masjid Nabawi.

Indadari mengaku keterlibatannya sebagai petugas haji berawal dari aktivitas kemanusiaan yang selama ini dijalaninya. Ia menyebut menjadi pelayan umat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa merupakan doa yang akhirnya terwujud tahun ini.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)