Jakarta: Di balik prestasi Ibrahim Al Abrar yang mendapat apresiasi dari NASA, terdapat peran besar keluarga dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi secara positif. Alih-alih melarang anak bermain gawai, sang ayah memilih mengubah kebiasaan bermain gim menjadi celah agar sang anak tertarik belajar coding.
Dalam wawancara eksklusif bersama Metrotvnews.com, Aminuddin mengungkapkan bahwa Ibrahim mulai tertarik pada dunia teknologi saat masih duduk di kelas 4 SD dan gemar bermain gim.
"Saya memberi tantangan, daripada hanya bermain game, kenapa tidak belajar membuat game sendiri?" kata Aminuddin.
Tantangan sederhana tersebut menjadi titik awal Ibrahim mempelajari logika pemrograman menggunakan
block programming. Setelah menguasai dasar-dasar logika, ia mulai belajar bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, HTML, hingga CSS untuk membuat situs web sederhana.
Perjalanan belajarnya kemudian berkembang ke bidang
cybersecurity setelah mendapat banyak masukan dari komunitas media sosial.
Aminuddin yang berprofesi sebagai guru komputer di salah satu SMA di Boyolali mengaku hanya memberikan arahan dasar. Sedangkan, proses belajar putranya lebih banyak dilakukan secara mandiri.
"Saya bukan melarang anak menggunakan teknologi, tetapi mengarahkannya. Saya ingin dia memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masa depannya," ujar Aminuddin.
Ia berharap para orang tua tidak hanya membatasi penggunaan gawai terhadap anak, tetapi membimbing agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, hingga membangun karier di masa depan.