Pasokan Mulai Langka, Harga Minyakita di Pasar Semarang Tembus Rp22 Ribu/Liter

9 June 2026 10:12

Kondisi pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah, kini tengah diresahkan oleh kelangkaan Minyakita. Selain sulit didapat, harga Minyakita yang beredar di pasaran pun kini melonjak tajam menembus angka Rp22 ribu per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Para pedagang berdalih bahwa langkah ini terpaksa diambil karena harga modal dari distributor sudah mengalami kenaikan. Sekain itu, jumlah pasokannya juga sangat terbatas.

Selama satu bulan terakhir, sebagian besar pedagang mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan Minyakita. Hal ini memaksa mereka untuk beralih menjual minyak goreng kemasan merek lain guna memenuhi kebutuhan pelanggan.

Namun, alternatif ini pun juga mengalami permasalahan yang sama. Minyak goreng kemasan non-subsidi tersebut kini dibanderol dengan harga berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per liternya.

Tidak hanya minyak goreng, beban masyarakat kian bertambah dengan merangkaknya harga beras. Beras kualitas premium yang sebelumnya dijual seharga Rp15 ribu per kilogram, kini meroket menjadi Rp17 ribu per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium naik seribu rupiah, dari harga Rp14 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.


Menurut analisa para pedagang, kenaikan harga kebutuhan pokok ini dipicu oleh berbagai faktor kompleks, di antaranya pembengkakan biaya distribusi serta pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada pasar domestik.

Salah seorang pedagang, Endang mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi di mana hampir seluruh barang dagangannya mengalami kenaikan harga. 

"Lha gimana mas, semua pada naik," ujar Endang dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Selasa 8 Juni 2026. 

Akibat ketiadaan stok Minyakita, ia kini hanya mengandalkan penjualan minyak kemasan merek lain meskipun harganya sama-sama tinggi.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)