29 March 2026 22:44
Angkatan Bersenjata Yaman secara resmi menyatakan bergabung dalam pertempuran terbuka melawan rezim Amerika Serikat dan Zionis Israel. Deklarasi ini diumumkan sebagai bentuk dukungan nyata bagi Republik Islam Iran serta seluruh elemen poros perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina.
Dalam pengumuman resminya pada Sabtu, 28 Maret 2026, otoritas militer Yaman menegaskan bahwa intervensi militer langsung ini diambil sebagai respons atas agresi brutal aliansi Amerika-Zionis yang terus menargetkan warga sipil dan infrastruktur vital. Yaman menilai pembantaian yang terjadi di Iran, Lebanon, Irak, dan Palestina sudah mencapai tahap yang memerlukan tindakan balasan tegas secara kolektif.
Operasi Rudal Balistik ke Target Sensitif
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaksanakan operasi militer perdana sebagai implementasi dari pernyataan perang tersebut. Yaman dilaporkan telah meluncurkan serangkaian rudal balistik yang menyasar objek-objek militer sensitif milik Israel di bagian selatan wilayah Palestina yang diduduki.
"Sebagai implementasi dari pernyataan intervensi militer langsung untuk membantu Republik Islam Iran serta front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina, Angkatan Bersenjata Yaman telah melaksanakan operasi militer pertama dengan meluncurkan rudal balistik ke sasaran militer sensitif musuh Israel di selatan Palestina," tegas Yahya Saree dalam pernyataan resminya.
Yahya Saree menambahkan bahwa operasi ini dilakukan secara sinkron dengan aksi militer yang dilancarkan oleh para pejuang di Iran serta Hizbullah di Lebanon. Menurut klaim sepihak militer Yaman, operasi tersebut telah berhasil mencapai target yang ditentukan dengan sukses.