NEWSTICKER

Kasus Kekerasan PRT di Indonesia Terus Meningkat

3 November 2022 21:08

Berdasarkan data Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) sepanjang 2015 hingga 2022, setidaknya ada sekitar 3.200 kasus kekerasan PRT di Indonesia. Angka ini dilaporkan terus meningkat sejak 2018. 

Terbaru, kasus kekerasan dialami oleh pekerja rumah tangga asal Cianjur dan Bandung. Keduanya hingga kini masih mengalami trauma.

Rizki Nur Azkia pulang ke kampung halamannya di Cianjur dengan kondisi tubuh penuh luka akibat penyiksaan yang dialaminya selama bekerja di Duren Sawit, Jakarta Timur. Wanita (18) ini mengaku selama bekerja sebagai ART, dirinya selalu mendapat penyiksaan dari majikannya tanpa alasan yang jelas.

Jika korban mengantuk saat sedang bekerja, sang majikan menyiramkan air cabai ke wajah korban. Hal itu dilakukan agar korban tidak mengantuk. Korban juga pernah dipaksa tidur di lantai dengan kondisi tidak menggunakan busana.

Selain mendapatkan penyiksaan, Rizki juga mengaku tidak mendapatkan hak penuh atas pekerjaan yang sudah dia kerjakan. Selama enam bulan bekerja, dirinya hanya mendapatkan gaji sebesar Rp2,7 juta atau Rp450 ribu per bulannya.

Nasib nahas juga dialami oleh Rohimah, seorang asisten rumah tangga di Cimahi, Jawa Barat yang mengalami trauma usai disiksa oleh kedua majikannya. Saat ditemukan oleh warga, kondisi Rohimah dalam keadaan disekap dan penuh luka lebam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rohimah mengalami kekerasan hampir setiap hari selama tiga bulan dirinya bekerja. Sementara itu, pelaku yang merupakan pasangan suami istri atas nama Yulio Kristian (29) dan Loura Francilia (29) mengaku melakukan kekerasan karena tidak puas terhadap hasil kerja korban.