NEWSTICKER

Strategi Mengatur Keuangan Saat Tarif Angkutan Umum Melonjak

12 September 2022 14:35

Pemerintah telah menaikkan tarif ojek online sebesar 8-13 persen menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan tarif ojek online ini menuai pro dan kontra di kalangan pengemudi serta penumpang. 

Tarif terbaru ojek online di wilayah Jabodetabek naik 13 persen, yakni sekitar 10.200 hingga 11.200 rupiah per 4 kilometer. Tarif transportasi publik naik, pengguna perlu putar otak agar kenaikan tarif ini tak membebani aktivitas sehari-hari. 

Kenaikan tarif ojek online sebenarnya diterima baik oleh para pengemudi. Namun pengemudi ojol khawatir jika kedepannya para penumpang akan beralih ke transportasi umum lain. Sementara itu, para pengguna jasa ojek online juga mengeluhkan kenaikan tarif tersebut karena dinilai terlalu tinggi.

Menghadapi situasi tersebut, kenaikan harga BBM tentu akan berpengaruh kepada keuangan pribadi maupun rumah tangga. Biaya kebutuhan dipastikan akan meningkat. Untuk itu, perlu adanya strategi baru dalam mengatur keuangan kedepan dan juga dalam memilih instrumen investasi yang tepat. Jangan sampai saat inflasi meningkat, biaya kebutuhan untuk kebutuhan transportasi umum habis begitu saja tanpa adanya simpanan jangka pendek maupun panjang.

Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid menerangkan dalam menghadapi kenaikan inflasi, pertama perlu menata ulang lagi keuangan kita terutama membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting.

"Pengeluaran-pengeluaran yang bisa ditunda, ya bisa ditunda dulu. Atau dicari penggantinya. Misalnya ngopi, nongkrong itu bisa dikorbankan kalau duitnya pas pasan, kita sendiri yang tahu mana pengeluaran-pengeluaran yang bisa dicari penggantinya," ungkapnya Perencana Keuangan, Aidil Akbar Madjid, Senin (12/9/2022).