9 October 2022 16:52
Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi, dan melestarikan Budaya Kota Solok, Keluarga Besar Kota Solok Jakarta Raya (STSU KBKS Jaya) menyelenggarakan Rang Rantau Baralek Gadang, di Masjid Agung Al Azhar Jakarta.
Salah satu rangkaian acara penting dalam prosesi perkawinan Adat Solok, Arak Bako merupakan prosesi arak-arakan mempelai perempuan, atau disebut Anak Daro, oleh saudara perempuan dari pihak ayah, pihak Bako.
Anak Daro oleh pihak Bako juga disebut sebagai anak pisang. Tradisi ini merupakan bentuk ungkapan kegembiraan pihak Bako, kepada anak pisang yang akan menikah. Arak Daro juga biasa diselenggarakan usai pengantin melaksanakan akad nikah, dan menjelang resepsi pernikahan.
Tradisi dilakukan dengan cara berjalan kaki dari rumah Induak Bako, menuju rumah orang tua Anak Daro. Rombongan arak membentuk satu barisan panjang ke belakang.
Posisi terdepan, ditempati oleh Anak Daro. Posisi kedua, biasanya ditempati oleh orang yang dipilih sebagai Tuo Arak Bako, yaitu perempuan tertua dan terbijaksana di lingkungan Bako si Anak Daro. Sedangkan posisi ketiga dan seterusnya, ditempati oleh pihak keluarga Bako si Anak Daro. Semakin belakang posisi barisan, menunjukkan semakin jauh relasi kekerabatannya dengan pihak Bako.
Rombongan Arak Bako, datang ke rumah Anak Daro, dengan membawa beberapa hantaran, yang diperuntukan langsung untuk Anak Daro. Hantaran tersebut dijunjung di atas kepala, oleh peserta arak-arakan. Selain Arak Bako, dalam acara Baralek Gadang ini juga terdapat hiburan lain, seperti tari pasambahan, tari piring, serta makan baronjin.