NEWSTICKER

Pengacara Kuat Ma'ruf Nilai Tuntutan Jaksa Berlebihan

16 January 2023 18:35

Pengacara Kuat Ma'ruf, Irwan Irawan, menilai tuntutan jaksa kepada kliennya sangat berlebihan. Pasalnya, tuntutan jaksa kepada Kuat tak dapat dibuktikan.

"Pada prinsipnya kami sampaikan bahwa apa yang disampaikan jaksa dalam tuntutannya itu sangat berlebihan," kata Irwan di Primetime News Metro TV, Senin (16/1/2022). 

Irwan mengatakan terdapat empat tuntutan jaksa yang tak berdasar, di antaranya, jaksa menyebut Kuat Ma'ruf tahu Ricky Rizal mengamankan senjata Brigadir J. Padahal, dalam fakta persidangan, Kuat tidak tahu soal pengamanan senjata yang dilakukan Ricky di Magelang.

Ia juga menolak tuntutan jaksa yang menyebut Kuat menutup pintu dan jendela TKP sebelum Brigadir J ditembak. Menurutnya, tuntutan jaksa itu seolah-olah membenarkan adanya perintah Ferdy Sambo kepada Kuat. Namun, kenyataannya di persidangan, tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan komunikasi Kuat dengan Sambo soal pintu dan jendela di Duren Tiga. 

Irwan Irawan juga membantah tuntutan jaksa yang menyatakan Ferdy Sambo mengonfirmasi kejadian di Magelang ke Kuat Ma'ruf. Irwan menegaskan Sambo tak pernah menanyakan hal itu ke Kuat. Kuat dan Sambo hanya berkomunikasi sekali di Duren Tiga ketika Sambo memintanya memanggil Ricky dan Brigadir J masuk ke dalam rumah.

Tak hanya itu, ia juga memastikan Kuat tak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J. Akan tetapi, kata Irwan, dalam tuntutan disebutkan seakan-akan ada kesaksian Kuat yang melihat Sambo menembak Brigadir J.

Atas dasar empat point tersebut, pihaknya akan mengajukan pledoi atau pembelaan karena tuntutan jaksa tidak terbukti di persidangan.

Adapun Kuat Ma'ruf dituntut delapan tahun penjara. Jaksa dalam tuntutannya menyebut Kuat bersalah karena sengaja dan ikut serta dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J.