24 September 2022 00:02
Hakim Agung hingga pegawai MA serta pengacara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah dilakukan operasi tangkap tangan. Kasus ini menunjukkan secara telanjang bahwa mafia hukum dan peradilan beroperasi dengan liarnya.
Rabu (21/9/2022) malam, sebuah kabar tentang operasi tangkap tangan beredar di lingkungan KPK. Operasi senyap ini diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. Lima orang dari lingkungan Mahkaman Agung ditangkap, dan KPK menyita sejumlah barang di antaranya berupa uang dalam pecahan mata uang asing senilai SGD200 ribu. Pihak-pihak yang tertangkap dalam OTT telah diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan.
Dalam konferensi pers di KPK, Ketua KPK Firli Bahuri menyebut kegiatan operasi tangkap tangan kasus suap di Mahkamah Agung berawal dari adanya laporan masyarakat. Pengaduan yang diterima KPK disebutkan adanya informasi penyerahan sejumlah uang kepada hakim atau perwakilannya terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.
Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Sudrajad tampak dihadirkan di ruang konferensi pers KPK dengan baju oranye khas tahanan KPK dengan tangan diborgol. KPK resmi menahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati untuk 20 hari ke depan mulai Jumat (23/9/2022) hingga 12 Oktober mendatang di rumah tahanan KPK.
Kasus ini menegaskan masih bercokolnya mafia hukum dan peradilan di Indonesia. Sejatinya mafia peradilan sudah sejak lama eksis. Namun, beroperasi secara gelap. Salah satu solusi untuk mengurangi praktik mafia hukum dan peradilan khususnya di Mahkamah Agung, menurut mantan hakim agung Gayus Lumbuun salah satunya dengan membuka rekaman peradilan. Sebab, selama ini masyarakat banyak dikejutkan dengan putusan MA tanpa tahu proses peradilannya.
Yang lebih mendasar, perlu ada langkah terkait politik hukum dari Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan perppu sehingga bisa dilakukan kocok ulang hakim agung. Tanpa langkah drastis dan shock therapy, kasus semacam ini akan terus terulang.