Luhur Hertanto • 1 March 2022 18:07
Sebuah jembatan bambu yang sempit merupakan jalur satu-satunya bagi siswa dan guru SDN 6 Balusu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, untuk menuju sekolahnya. Jembatan bambu yang menghubungkan warga ke desa-desa tetangga ini bisa roboh sewaktu-waktu akibat beberapa bagiannya telah patah.
Jalur alteranatif yang ada hanya terjun ke sungai yang mengalir di bawah jembatan tersebut dan menyeberangi sisi terdangkalnya. Namun arus sungai sangat deras sehingga anak-anak berisiko terseret dan membentur batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang daerah aliran sungai.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan bambu yang rusak tersebut sebelum memakan korban.