14 October 2026 09:08
Batam: PT PLN Batam menyebut masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan sebagai indikasi awal penyebab pemadaman listrik atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Batam. Hingga kini, PLN Batam masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab gangguan sekaligus menerapkan pemadaman bergilir akibat defisit pasokan listrik sebesar 40 megawatt (MW).
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono mengatakan, indikasi awal menunjukkan adanya hewan liar yang memasuki area gardu induk sehingga mengganggu sistem kelistrikan.
“Indikasi awal adalah adanya hewan liar yang memasuki area gardu induk sehingga itu indikasi pertama yang mengakibatkan terganggunya sistem perlistrikan. Namun kami akan melakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab yang secara komprehensif dapat kami sampaikan kepada publik,” ujar Rudi dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.
Rudi menjelaskan, pemulihan sistem kelistrikan telah dilakukan. Namun, pasokan listrik yang tersedia saat ini baru mencapai 550 MW, sedangkan kebutuhan listrik Batam mencapai 590 MW.
Dengan demikian, masih terdapat defisit pasokan sebesar 40 MW. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PLN Batam menerapkan pemadaman secara bergilir.
“Adapun untuk beban sistem pada saat ini adalah 550 megawatt sementara kebutuhan kita sendiri adalah 590 megawatt sehingga kita butuh masih butuh 40 megawatt defisit sehingga memang saat ini kami melakukan pemadaman secara bergilir untuk memenuhi 40 megawatt yang tadi,” kata Rudi.
Sebelumnya, pemadaman listrik sejak Senin pagi mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian di Batam. Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan pekerjaan yang tertunda dan kehilangan pelanggan akibat mesin tidak dapat beroperasi.
Gangguan tersebut juga berdampak pada aliran air bersih dari SPAM Batam serta jaringan telepon seluler. Sejumlah perusahaan bahkan memilih memulangkan karyawannya karena aktivitas operasional terganggu.