Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi Indonesia secara year to date hingga triwulan III (Januari–September) 2026 berhasil mencapai Rp1.539,2 triliun. Capaian ini tumbuh sebesar 7,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Realisasi investasi Indonesia secara year to date hingga akhir triwulan ketiga di tahun 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya," ucap Rosan, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Rosan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Pada triwulan III 2026 saja, realisasi investasi tercatat mencapai Rp528,7 triliun. Akumulasi investasi sepanjang sembilan bulan pertama ini telah memenuhi 75,4 persen dari total target realisasi investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.
Rincian Modal Asing, Dalam Negeri, dan Luar Jawa
Dari total angka realisasi investasi Januari–September 2026,
Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.
Singapura menjadi negara asal investor asing terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 14 miliar (29,6 persen dari total PMA), disusul oleh Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, serta Jepang.
Berdasarkan sebaran wilayah, realisasi investasi di luar Pulau Jawa mengungguli Pulau Jawa dengan nilai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen. Adapun investasi yang masuk ke Pulau Jawa mencatatkan angka sebesar Rp759,8 triliun atau 49,4 persen.
Hilirisasi Tumbuh 11,3 Persen dan Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja
Pertumbuhan investasi nasional ini turut didorong oleh kinerja positif di sektor hilirisasi. Hingga triwulan III 2026, investasi pada sektor hilirisasi telah menembus Rp480 triliun, meningkat 11,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Selain menopang laju pertumbuhan ekonomi, capaian investasi nasional hingga September 2026 ini berdampak langsung pada
penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.919.496 orang.