Kadin Bidik Ekonomi Indonesia Lebih Kompetitif, UMKM Jadi Sorotan

Metro TV • 22 October 2026 19:05

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Hal tersebut menjadi salah satu fokus Kadin menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi perlu dijaga di tengah berbagai dinamika pasar. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

“Yang memang paling penting dalam keadaan seperti ini bukan hanya tetap tenang, tapi menjaga dua hal menurut saya: stability dan growth,” kata Anindya dalam konferensi pers jelang Rapimnas Kadin 2026.
 


Anindya menilai Indonesia perlu memiliki target yang jelas untuk meningkatkan daya saing dan keluar dari middle income trap. Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi ketika penduduk Indonesia masih berada dalam usia produktif.

“Karena kita hanya punya satu kemungkinan, yaitu sekarang ketika masih produktif. Rata-rata umur penduduk kita, kalau tidak salah, sekitar 31–32 tahun. Nah, ini mumpung masih produktif, kita mesti genjot ini dan memang kebijakannya mesti tepat,” ujarnya.

Menurut Anindya, penguatan fundamental ekonomi juga perlu diarahkan pada peningkatan ekspor dan investasi. Di sisi lain, UMKM harus mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

Ia mencontohkan peran UMKM saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1997–1998. Menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi sehingga penguatan UMKM tetap diperlukan saat ini.

“Pada saat ini, UMKM butuh pertolongan besar dari kita,” kata Anindya.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, kebutuhan pendanaan, hingga akses pasar. Karena itu, peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, dan perluasan pasar menjadi hal yang perlu diperhatikan agar UMKM mampu berkembang dan bersaing.

Rapimnas Kadin 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober dengan mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia”. Forum tersebut akan menghimpun aspirasi dunia usaha yang sebelumnya dikumpulkan melalui Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) serentak di 38 provinsi.

Melalui Rapimnas, Kadin berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis terkait hambatan dunia usaha, peningkatan daya saing, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X