Perjuangan Dokter Rawat Pasien ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla

29 October 2026 17:36

Palangka Raya: Para tenaga kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tetap berjuang merawat pasien di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama masa karhutla, kunjungan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat hingga tiga kali lipat.

Dokter spesialis anak RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Andar Juan Rivai P. Sitanggang, mengatakan sejumlah pasien anak mengalami sesak napas berat hingga harus menjalani perawatan intensif. Di tengah kondisi tersebut, ia memandang pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian untuk membantu sesama.

“Menurut saya, ini suatu kebahagiaan dan kebanggaan jika bisa membantu orang lain karena saya memiliki kemampuan untuk itu. Hal yang selalu saya tanamkan dalam diri adalah pekerjaan ini bukan sekadar bermotif ekonomi, melainkan wadah untuk mengaktualisasikan diri demi kebaikan banyak orang,” ujar Andar dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026. 

Perjuangan serupa dialami dokter spesialis paru RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Itna Wardina. Menurut Itna, kabut asap memperburuk kondisi pasien dengan penyakit paru kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Salah satu pengalaman yang membekas baginya adalah ketika seorang pasien lanjut usia yang bergantung pada oksigen memohon agar tidak dipulangkan dari rumah sakit sampai kabut asap mereda.

“Beliau menangis dan minta, ‘Bolehkah saya tidak dipulangkan, Dokter, sampai asap ini berhenti?’ Nah, itu menyedihkan sekali bagi saya,” kata Itna.

Itna menjelaskan, pasien dengan gangguan pernapasan berat dapat sangat bergantung pada bantuan oksigen. Namun, penyediaan oksigen di rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

“Pasien-pasien dengan kondisi tersebut memang sangat bergantung pada oksigen. Tabung oksigen bisa saja disediakan mandiri di rumah, tetapi biayanya tidak murah dan tidak semua orang mampu menyediakannya,” ujarnya. 

Di tengah kekhawatiran terhadap kesehatan diri dan keluarga, para dokter tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kini, hujan yang turun dan kabut asap yang mulai mereda di Palangka Raya diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih aman.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X