Tak Ingin RI Rugi, Menteri Bahlil Tegaskan Syarat Ketat Ekspor Listrik ke Singapura

3 November 2026 18:10

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa rencana ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura hanya akan direalisasikan jika pihak pembeli menyetujui skema harga resmi yang diajukan pemerintah. Ketegasan ini ditekankan agar kepentingan nasional tetap terlindungi dan Indonesia tidak berada pada posisi yang dirugikan.

Bahlil menyatakan bahwa kerja sama kelistrikan lintas negara tersebut wajib berpegang pada prinsip keadilan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Menyangkut ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama harus kita perhatikan adalah saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita tidak bisa," ujar Bahlil dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa, 3 November 2026.

Bahlil juga secara khusus mewanti-wanti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara agar tidak terpengaruh oleh lobi dari pihak mana pun yang mencoba menekan atau menawar harga jual listrik Indonesia menjadi lebih murah. Ia menegaskan bahwa Kementerian ESDM telah menyusun kalkulasi harga secara matang dan telah menyampaikannya secara resmi ke negara tujuan.

"Karena itu saya minta Danantara tidak boleh dilobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun. ESDM sudah membuat perhitungan, harganya sesuai dengan apa yang sudah kita sampaikan proposalnya," tegasnya.

Pemerintah memastikan bahwa peluang ekspor ke Singapura tetap terbuka asalkan pihak pembeli menyepakati patokan harga dari Indonesia. Namun, apabila negosiasi harga tidak mencapai titik temu, pasokan listrik tersebut tidak akan dijual ke luar negeri, melainkan dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat ketahanan energi di Tanah Air.

"Selama harganya cocok dan mengikuti harga kita, memungkinkan, dong. Tetapi kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri. Kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan domestik kita," pungkas Bahlil.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X