19 October 2016 22:10
Saat hukum dikendalikan dan keadilan dianaktirikan, humor menjadi cara mengutarakan ketidakpuasan. Bisa saja warga terus dipaksa baris-berbaris namun lelucon bisa tumbuh lewat bisik-bisik sinis. Lelucon yang tajam tumbuh dari kenyataan, bukti pikiran warga tak selalu bisa dikendalikan. Humor rakyat adalah pertanda bahwa kekuasaan memang ada batasnya. Ketika kebebasan kini sudah didapatkan, apakah humor politik masih relevan?