NEWSTICKER

Ahli Forensik: Dibutuhkan Dokter dengan Keahlian Tambahan untuk Autopsi Korban Kanjuruhan

6 November 2022 11:53

Autopsi dua korban tragedi Kanjuruhan telah digelar Sabtu (5/11/2022) pagi. Diketahui bahwa jenazah dua korban ini sudah dimakamkan sekitar satu bulan, sehingga dibutuhkan dokter forensik dengan keahlian tambahan dalam proses autopsi. 

"Kerusakan jenazah pada waktu diautopsi dan juga kita akan mendapatkan tantangan (karena) tidak mendapatkan jaringan yang segar, sehingga dibutuhkan keahlian tambahan untuk menginterpertasinya," jelas ahli forensik Herkutanto, dalam Metro Siang, Minggu (6/11/2022). 

Herkuato juga menegaskan apabila tujuan autopsi ini untuk mengetahui terdapat gas air mata atau tidak di tubuh korban, maka pihak kepolisian tidak boleh terlibat. 

"Apabila tujuan autopsi ini untuk mengetahui adanya gas air mata atau tidak, secara langsung mengenai keterlibatan Polisi, maka tidak boleh ada dokter dari institusi Polri yang terlibat di dalam autopsi," imbuh Herkutanto.

Sebelumnya, dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan, Natasya (16) dan Naila (13) dilakukan ekshumasi dan autopsi di TPU Desa Sukolilo, Kecamatan Tumpang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022). Proses autopsi ini untuk menguak penyebab kematian dari 135 korban tragedi Kanjuruhan, sehingga bisa menentukan langkah lanjutan dalam pengusutan kasus ini.