NEWSTICKER

Pelaku Usaha Ingatkan Dampak Krisis Global Terhadap Industri Padat Karya

9 November 2022 15:13

Para pelaku usaha mengingatkan dampak krisis global terhadap kinerja industri padat karya meski ekonomi Indonesia secara makro tetap tumbuh di atas 5%. Karena permintaan global diproyeksikan turun signifikan pada 2023 dan berpotensi pada pengurangan tenaga kerja di sejumlah industri.
 
"Permintaan dari luar negeri terhadap produk sepatu dan tekstil Indonesia saat ini sudah turun rata-rata 50%. Bahkan, permintaan untuk tujuan beberapa negara anjlok hingga 70%. Demikian pula permintaan karet turun hingga 40%," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Anton Supit dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR dan Menteri Tenaga Kerja, Selasa (8/11/2022).

Turunnya permintaan tersebut terjadi di tengah pesatnya proses digitalisasi sehingga berdampak signifikan pada lapangan pekerjaan.
 
Untuk mengurangi dampak tekanan global terhadap kinerja industri dalam negeri khususnya industri padat karya, Wakil Ketua Umum Asosisasi Pertekstilan Indonesia Anne Patricia Sutanto meminta pemerintah dan DPR memperjuangkan sejumlah rekomendasi industri antara lain penindakan tegas terhadap perdagangan baju bekas impor, keberpihakan pada UMKM pemasok tekstil domestik yang terhimpit serbuanTPT impor, kebijakan suku bunga yang positif terhadap industri dan fleksibilitas jam kerja buruh dari 40 jam menjadi 30 jam per minggu.
 
Meski ancaman tekanan global menekan sejumlah industri, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengingatkan para pelaku usaha tidak menggunakan isu resesi untuk melakukan PHK. Menaker berharap, dialog harus tetap dikedepankan sebelum memutuskan PHK