Aral Sea, Danau Terluas ke-4 di Dunia yang Kini Mengering

24 June 2023 16:26

Danau Aral Sea yang dulu tercatat sebagai danau terluas ke-4 di dunia, kini volume airnya berkurang drastis. Hal ini dikarenakan air di danau Aral Sea banyak digunakan untuk mengairi perkebunan kapas.

Saat ini, air yang tersisa di danau Aral Sea kurang dari 10%. Penyusutan kuantitas air di Aral Sea secara tidak langsung turut mempengaruhi perubahan cuaca di wilayah sekitar Aral Sea.

Beberapa bangkai kapal yang masih tersisa dan tersimpan di Kota Muynak, Karakalpakstan. Kapal-kapal ini dahulu digunakan nelayan untuk berlayar mencari ikan di Aral Sea.

“Di bagian barat Aral Sea, lebih banyak ruang yang terisolasi dibandingkan yang lain dan tidak punya anak sungai sebagai sumber air. Itu mengapa konsentrasi garam di bagian barat lebih dari 150 gram per liter. Jadi hampir seperti laut mati,” kata Pimpinan LSM untuk Aral Sea dan Sungai Amudarya, Jusup Kemalov.

Tanah di Aral Sea pun berlumpur dan berwarna hitam. Penyusutan kuantitas air Aral Sea pun secara tidak langsung turut mempengaruhi perubahan cuaca di wilayah sekitar Aral Sea.

“Mungkin tidak terlalu besar, tapi debu dari Aral Sea itu cukup kuat mempengaruhi perubahan cuaca di wilayah sekitar Aral Sea,” ujar Jusup.

Aliy, telah menekuni profesi sebagai nelayan selama 43 tahun. Namun ketika Aral Sea mulai surut, ia tak bisa lagi mencari ikan.

Menurutnya, sejak Aral Sea surut, banyak warga di Kota Muynak pindah ke kota lain. Aliy berharap air di Aral Sea dapat kembali seperti sedia kala.

Untuk mengenang kejayaan Aral Sea, pemerintah setempat mendirikan museum Aral Sea. Selain foto dan alat yang digunakan untuk memancing, di museum ini juga ada beberapa produk kaleng yang dulu diproduksi ketika ikan dari Aral Sea masih berlimpah. Ada pula beberapa jenis ikan yang dulu hidup di Aral Sea diawetkan di museum ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)