2 December 2022 09:31
Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan peluang pandemi Covid-19 akan berakhir pada Maret 2023 mendatang, Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman juga optimis bahwa pandemi Covid-19 bisa dinyatakan berakhir pada kuartal pertama tahun 2023.
Namun, kemungkinan tersebut hanya bisa tercapai jika jumlah kasus positif Covid-19 tidak mengalami lonjakan. Selain itu, vaksinasi booster juga harus terus digencarkan hingga mencapai cangkupan 90% sebelum pandemi dinyatakan berakhir.
Dicky memprediksi lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi hingga akhir Januari 2023 akibat banyaknya subvarian baru Omicron yang menyebar. Dicky mengatakan bahwa gelombang yang terjadi saat ini disebabkan oleh lebih dari 1 subvarian, selain itu, akhir dari status pandemi bukan berarti virus Covid-19 hilang.