NEWSTICKER

Anwar Usman Keberatan Mundur dari Ketua MK

21 June 2022 22:34

Ketua MK, Anwar Usman membuka suara terkait putusan uji materi UU no.7 Tahun 2020 yang mengharuskan dirinya mundur dari Ketua MK saat ini. Anwar berpandangan, ia tidak perlu mundur dari Ketua MK karena jabatan Ketua dan Wakil Ketua MK adalah bagian dari hak memilih dan dipilih dari para Hakim Konstitusi. 

Dalam waktu sembilan bulan kedepan, Ketua MK, Anwar Usman harus menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Itu terjadi setelah MK mengabulkan sebagian uji materi masa jabatan Hakim Konstitusi pada Pasal 87 huruf a UU MK. Menurut UU no.8 Tahun 2011 sebagai perubahan atas UU No.34 tahun 2003 tentang MK. 

Sebelumnya diatur masa jabatan Ketua dan wakil Ketua MK adalah dua tahun enam bulan. Namun, UU MK terbaru kemudian memperpanjang menjadi lima tahun. Kendati mayoritas Hakim Konstitusi sepakat bahwa jabatan Ketua dan wakil Ketua MK harus dikocok ulang, namun Anwar Usman justru mengatakan pendapat yang berbeda. Menurutnya, ia tidak perlu mundur dari jabatannya karena bagian dari hak memilih dan dipilih dari para Hakim Konstitusi. 

Agar keputusan ini tidak menimbulkan persoalan atau dampak administratif, Hakim Konstitusi berpandangan untuk melakukan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK sembilan bulan sejak putusan dibacakan. Polemik soal jabatan Hakim Konstitusi ini bermula saat DPR merevisi UU MK dan menjadi UU No.7 Tahun 2020.

Salah satu poin perubahan undang-undang itu, adalah soal masa jabatan Hakim Konstitusi. Namun, poin itu dianggap Konstitusional. Dengan demikian, sah sudah masajabatan Hakim Konstitusi berakhir hingga berusia 70 tahun atau paling lama menjabat selama 15 tahun.