NEWSTICKER

Pembuktian Terbalik yang Dilakukan Lukas Enembe Tidak Bisa Menghentikan KPK

21 September 2022 19:04

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa serta merta menghentikan kasus korupsi Gubernur Papua, Lukas Enembe, kendati Lukas membuktikan secara terbalik uang atau harta yang selama ini dinilai mencurigakan. Sebab merujuk KUHAP, pembuktian terbalik hanya bisa diputuskan oleh hakim di pengadilan. 

KPK dituntut mampu membuktikan bahwa dugaan korupsi yang disangkakan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe tak hanya sekedar urusan gratifikasi Rp1 miliar saja. Sebab dari penelusuran PPATK mereka menemukan ada banyak aliran dana janggal dari rekening Lukas Enembe dan pihak-pihak disekitarnya.
 
KPK juga tidak bisa begitu saja mengiming-imingi Lukas Enembe dengan jaminan penghentian perkara asal kader demokrat itu bisa membuktikan sumber dana yang dianggap janggal itu, karena kesempatan pembuktian terbalik hanya bisa dilakukan oleh hakim di pengadilan.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata yang sebelumnya menawarkan penghentian kasus kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe jika bisa membuktikan dari mana sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK.  Alex mendasarkan itu dari undang-undang KPK yang membolehkan penyidik menghentikan perkara dengan menerbitkan SP tiga.

Salah satu temuan PPATK yang diduga dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe adalah adanya uang senilai 55 juta Dollar Singapura atau Rp560 miliar yang disetorkan ke meja judi. Jika dihitung nilai itu setara sepertiga dana otonomi khusus yang diterima Povinsi Papua 2022 sebesar Rp1,5 triliun.