Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo angkat bicara soal salah seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terkena doxing usai mengkritik kebijakannya. Dody mengaku dirinya bahkan tidak memahami istilah doxing dan menegaskan tidak pernah mengarahkan siapa pun untuk melakukan tindakan tersebut.
"Saya ini lho, pegiat media sosial enggak, gimana saya tahu arti kata doxing ini. Enggak ngerti saya gitu-gitu," ujar Dody di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Dody Hanggodo menegaskan, dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam tindakan
doxing yang dialami dosen UGM tersebut. Dody bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah melakukan maupun memerintahkan tindakan tersebut.
"
Doxing ini saja kosakata baru bagi saya. Demi Allah, demi Rasulullah, saya ini... padahal saya bilang, saya ini kan masih muslim kan. Terus saya bilang demi Allah, demi Rasulullah saya bohong, kan enggak mungkin lah," tambah Dody.
Dody juga memastikan, hingga kini tidak pernah dipanggil
Presiden Prabowo Subianto, terkait kritik sejumlah pihak terhadap dirnya yang tengah ramai di media sosial.
Lebih lanjut Dody juga menegaskan, ia tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadannya, karena kritik merupakan masukan yang baik untuk memperbaiki kinerja sebagai Menteri.
“Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah,” tambahnya.
Gaya komunikasi
Saat ditanya soal gaya komunikasinya yang disorot banyak pihak, Dody mengaku karakter tersebut dipengaruhi latar belakangnya sebagai orang Jawa Timur dan mantan pelaku usaha. Ia menilai, gaya komunikasi tidak jadi persoalan selama tidak berkaitan dengan urusan teknis yang membutuhkan keseriusan.