1 September 2026 13:07
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp31,2 triliun pada triwulan II 2026, tumbuh 17,5 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh bisnis UMKM yang menjadi fokus utama perseroan serta strategi transformasi.
"Pada akhirnya kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut menghasilkan laba bersih BRI di triwulan II 2026 sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh sebesar 17,5 persen secara year-on-year," ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 1 September 2026.
Pertumbuhan positif BRI ini terjadi di tengah perekonomian Indonesia yang tetap resilien. Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh sekitar 5,30 persen. Sementara inflasi tercatat 3,34 persen.
BRI menjalankan strategi transformasi bertajuk Revolution Reignite untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup penguatan bisnis, budaya perusahaan, efisiensi, digitalisasi, serta manajemen risiko.
Dari sisi bisnis, total aset BRI hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan. Sementara kredit meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
Ekspansi kredit tersebut ditopang dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan. Rasio CASA juga meningkat menjadi 67,6 persen, dari 65,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga :
BRI juga mencatat perkembangan positif Holding Ultra Mikro. Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu menyebut sekitar 2,3 juta nasabah atau debitur telah naik kelas dari segmen ultra mikro menjadi mikro.
"Indikator yang penting melihat bagaimana Holding Ultra Mikro ini dapat berjalan dengan baik salah satunya adalah mampu mendorong usaha mikro naik kelas. Hingga saat ini sekitar 2,3 juta nasabah atau debitur telah berhasil naik kelas dari ultra mikro menjadi nasabah mikro. Ini adalah esensi utama Holding Ultra Mikro, nasabah tidak berhenti pada satu produk atau satu segmen, tetapi memiliki journey untuk tumbuh bersama BRI Group seiring dengan meningkatnya kapasitas usaha." kata Viviana.
Di tengah ekspansi bisnis yang semakin terdiversifikasi, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai core bisnis perseroan. Hingga akhir triwulan II 2026, total kredit pembiayaan BRI Group mencapai Rp1.645,5 triliun atau tumbuh 16,2 persen year-on-year dibandingkan Rp1.416,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen year-on-year. Dengan demikian, sekitar 75,1 persen dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.