Iran Tutup Jalur Perdagangan Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel

1 March 2026 13:21

Jakarta: Serangan rudal balasan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel memicu ketegangan tinggi hingga akhirnya membuat Jalur Perdagangan Selat Hormuz. Sejumlah kapal menerima peringatan radio larangan melintas di perairan tersebut akibat kondisi keamanan yang dinilai tidak aman sejak serangan besar ke Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan Utama dalam perdagangan energi global. Penutupan jalur tersebut merupakan respons atas serangan yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. 
 

Baca Juga: Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari RI Menuju UEA hingga Qatar Dibatalkan

Peringatan penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz disiarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui saluran radio ke kapal-kapal yang melintas. Langkah ini dinilai berpotensi mengguncang pasar energi global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat tersebut. Penutupan ini akan berisiko mengganggu distribusi dan stabilitas pasar global hingga ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah Iran.

Serangan rudal yang dilancarkan oleh AS dan Israel telah menghancurkan banyak infrastruktur di Iran. Akibatnya, pemerintah setempat menutup sejumlah sekolah dan mengalihkan proses pembelajaran menjadi daring sementara waktu untuk menjaga keselamatan siswa di tengah kondisi konflik yang terus memburuk.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)