3 Federasi Sepak Bola Dunia Kecam Presiden FIFA soal Penjualan Saham Pildun

11 August 2026 14:11

Tiga federasi sepak bola utama UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), serta AFC (Asia) secara terbuka melayangkan tuduhan serius terhadap Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino.

Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 11 Agustus 2026, Infantino dituding telah melakukan kesalahan fatal dan melanggar kepercayaan publik sepak bola internasional. Hal ini dipicu oleh terungkapnya rencana Presiden FIFA tersebut untuk menjual saham atau hak pengelolaan Piala Dunia kepada pihak ketiga secara sepihak.

Ketidakpuasan ketiga federasi tersebut dituangkan dalam sebuah surat terbuka yang menyatakan bahwa Infantino telah menyimpang dari komitmennya saat pertama kali disahkan menjadi Presiden FIFA. Surat mosi tidak percaya tersebut ditandatangani langsung oleh para petinggi federasi, yakni, Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden CONCACAF Victor Montagliani, serta dukungan dari tiga Sekretaris Jenderal masing-masing federasi.

Dalam pernyataan resminya, mereka menilai perilaku Infantino tidak lagi mencerminkan sosok pemimpin yang menjaga marwah peraturan organisasi. Sebaliknya, Infantino dianggap sengaja memanfaatkan celah regulasi demi kepentingan tertentu yang merugikan integritas sepak bola global.

Sebelum surat terbuka ini mencuat, UEFA bahkan sempat mengeluarkan ancaman keras untuk memboikot perhelatan Piala Dunia dan berbagai kompetisi resmi di bawah naungan FIFA lainnya.

Meski badan pengatur FIFA dikabarkan telah membatalkan rencana penjualan hak tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi, langkah tersebut dianggap belum cukup. Ketiga federasi besar ini merasa pengakuan kesalahan secara lisan tidak memadai untuk memperbaiki kerusakan kepercayaan yang telah terjadi.

Hingga saat ini, FIFA terus didesak untuk mengambil langkah yang lebih jauh dan konkret, bukan sekadar mengakui kekeliruan. Meskipun dalam surat terbuka tersebut tidak dirinci secara spesifik mengenai sanksi atau tindakan yang diinginkan, ketiga federasi menuntut adanya sikap tegas dalam sistem kepemimpinan di tubuh FIFA.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X