Lautan Manusia di Stasiun Manggarai: Potret Perjuangan Penumpang KRL di Jam Sibuk

1 May 2026 22:29

KRL Commuter Line masih menjadi tumpuan utama mobilitas masyarakat perkotaan, terutama bagi mereka yang bekerja di Ibu Kota. Namun, tingginya mobilitas ini menciptakan pemandangan berupa 'lautan manusia' setiap kali jam pulang kerja tiba.

Pantauan di Stasiun Manggarai menunjukkan kepadatan penumpang yang tak terhindarkan mulai dari antrean panjang hingga aksi desak-desakan di dalam gerbong. Fenomena ini mencerminkan betapa vitalnya peran kereta api listrik bagi jutaan orang setiap harinya.

Prediksi 2 Juta Penumpang pada 2030

Berdasarkan data terbaru dari PT KAI, KRL saat ini mampu menampung sekitar 1 juta penumpang per harinya. Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring perkembangan transportasi urban. Pada 2030 mendatang, jumlah pengguna KRL diperkirakan mencapai 2 juta orang per hari.

Kepadatan ini sangat terasa di rute-rute sibuk, salah satunya rute menuju Bekasi/Cikarang. Di peron 3 Stasiun Manggarai, penumpang terlihat berdiri berjejer menunggu kedatangan kereta dengan volume yang terus bertambah di setiap menitnya.

Para penumpang memiliki tujuan yang berbeda-beda dan akan turun di sejumlah stasiun sepanjang rute, hingga pada akhir perjalanan KRL akan tiba di Stasiun Cikarang.
 
Baca juga: Posisi Gerbong KRL Tak Berubah! Ini 4 Alasan Gerbong Wanita Sudah Sesuai

Murah dan Cepat Jadi Alasan Utama Gunakan KRL

Meski harus berdesakan, minat masyarakat menggunakan KRL tetap tinggi. Budi, seorang penumpang tujuan Stasiun Bekasi Timur, mengungkapkan bahwa durasi perjalanan sekitar 40 hingga 45 menit dari Manggarai adalah rutinitas yang ia jalani setiap hari.

"Harga murah dan cepat juga sih, itu aja alasannya," ujar Budi seperti yang dikutip program Newsline pada Jumat, 1 Mei 2026.

Senada dengan Budi, seorang penumpang bernama Septi menyebut KRL sebagai 'jiwa para pekerja', bagi mereka yang mencari nafkah di Jakarta. Baginya, keberadaan gerbong khusus wanita memberikan rasa aman lebih, meski kepadatan di dalamnya terkadang membuatnya harus memilih menunggu kereta selanjutnya jika kondisi sudah terlalu penuh.

Catatan Keselamatan di Jalur KRL

Di balik hiruk-pikuk rutinitas, isu keselamatan tetap menjadi perhatian utama penumpang. Mengingat sempat terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan di perlintasan KRL beberapa waktu lalu, penumpang berharap pemerintah meningkatkan keamanan, seperti pengadaan palang pintu di jalur-jalur yang belum memilikinya.

"Mungkin di daerah Bekasi memang banyak sekali yang belum ada palang pintunya di jalur kereta, jadi mungkin bisa diadakan," usul Septi.

Saat ini, aktivitas perjalanan di Stasiun Bekasi Timur terpantau telah kembali normal pasca-kecelakaan tersebut. Alur kedatangan dan keberangkatan KRL maupun kereta api jarak jauh berjalan sesuai jadwal, mengangkut para pejuang nafkah yang tetap semangat meski harus menembus rintangan kepadatan transportasi umum setiap harinya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)