Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang-Kabar Daerah

Whisnu Mardiansyah • 9 March 2026 17:05

Bekasi: Longsor tumpukan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu, 8 Maret 2026. Peristiwa tersebut menewaskan empat orang yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan petugas saat ini masih melakukan penanganan di lokasi sehingga informasi detail mengenai peristiwa itu belum dapat disampaikan secara lengkap.

“Benar dan saat ini sedang dalam penanganan sehingga belum bisa banyak memberikan informasi. Belum dapat info detail, baru info bahwa TPST Bantargebang longsor dari Kadis LH Provinsi DKI Jakarta,” ujar Kiswatiningsih saat dikonfirmasi.
 



Empat korban meninggal dunia telah teridentifikasi, yakni Enda Widayanti, Sumini yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, serta dua sopir truk bernama Dedi Sutrisno dan Iwan Supriyatin.

Jenazah para korban ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter setelah tertimbun material sampah selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.

Petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian serta memastikan kondisi area longsoran untuk mencegah potensi longsor susulan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, turun langsung memantau proses evakuasi. 

“Total korban (meninggal) saat ini berjumlah empat orang. Hingga malam ini, tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi,” tegas Kusumo.
Sementara itu, Kasie Operasi Kantor Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Ahmad Rizkiansyah, menjelaskan bahwa total orang yang diduga terdampak mencapai 10 orang. 

Selain empat korban tewas, dua orang dilaporkan berhasil selamat, namun empat orang lainnya masih dalam status pencarian.

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan mengerahkan 13 unit ekskavator untuk menyisir tumpukan material. 

Meski demikian, tim menghadapi kendala serius terkait stabilitas medan dan risiko kesehatan.
"Untuk malam hari ini, kita masih melakukan proses pencarian. Ini sangat-sangat berbahaya sekali," ungkap Rizkiansyah.

Area bencana saat ini telah dibatasi oleh garis polisi guna menjaga keamanan proses evakuasi dan stabilitas lokasi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)