Whisnu Mardiansyah • 29 July 2026 18:00
Jakarta: Italia dikenal sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia dengan koleksi empat gelar Piala Dunia. Namun, di balik sejarah gemilang tersebut, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali diterpa gejolak internal.
Baru 16 hari menjabat sebagai Direktur Teknik, legenda AC Milan dan Timnas Italia, Paolo Maldini, memutuskan mengundurkan diri. Keputusan tersebut memicu perhatian publik karena Maldini sebelumnya diharapkan menjadi sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Gli Azzurri melalui reformasi pembinaan pemain dan pembenahan tim nasional.
Paolo Maldini bersama Leonardo resmi mundur dari jabatan Direktur Teknik FIGC hanya 16 hari setelah dipercaya memimpin proyek reformasi teknis sepak bola Italia. Keduanya mendapat mandat untuk menyusun arah pembinaan pemain, memperkuat sistem pengembangan talenta muda, hingga membantu menentukan pelatih baru Timnas Italia. Namun, masa kerja yang sangat singkat itu berakhir setelah muncul perbedaan pandangan dengan jajaran federasi terkait sejumlah keputusan penting.
Salah satu tugas pertama Maldini dan Leonardo adalah mencari pelatih kepala baru bagi Timnas Italia. Target utama FIGC saat itu adalah Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk membangun kembali identitas permainan Italia. Namun, peluang merekrut Guardiola tidak membuahkan hasil.
Federasi kemudian dikabarkan mempertimbangkan Carlo Ancelotti. Namun, opsi tersebut juga tidak terealisasi. Setelah dua nama besar itu gagal didatangkan, Maldini dan Leonardo mengusulkan Andrea Pirlo, mantan gelandang yang menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 2006.
Usulan Andrea Pirlo akhirnya tidak disetujui oleh federasi. Penolakan tersebut berkaitan dengan status Pirlo yang masih menjadi duta merek perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Kondisi itu dinilai bertentangan dengan regulasi yang membatasi keterlibatan insan tim nasional dengan industri perjudian. Perbedaan pandangan mengenai calon pelatih inilah yang disebut menjadi salah satu pemicu mundurnya Maldini dan Leonardo dari proyek reformasi FIGC.
Setelah mundurnya Maldini, FIGC menunjuk Roberto Mancini kembali sebagai pelatih kepala Timnas Italia. Ini menjadi periode keduanya setelah sebelumnya sukses membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020 dan mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan.
Sementara itu, posisi Direktur Teknik kini dipercayakan kepada Claudio Ranieri, pelatih senior yang memiliki pengalaman panjang menangani berbagai klub maupun tim nasional.Keduanya kini dihadapkan pada tugas besar untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap sepak bola Italia.
Perjalanan Italia menuju kebangkitan dipastikan tidak mudah. Federasi masih harus membenahi sistem pembinaan pemain sekaligus meningkatkan performa tim nasional setelah kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Selain itu, Gli Azzurri juga mulai mempersiapkan diri menghadapi UEFA Nations League dan kualifikasi Euro 2028 sebagai langkah awal membangun kembali prestasi di level internasional.
Nah, mundurnya Paolo Maldini hanya beberapa hari setelah menerima jabatan menunjukkan bahwa tantangan sepak bola Italia tidak hanya berada di atas lapangan, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan di tingkat federasi. Kini, publik menanti apakah kepemimpinan Roberto Mancini dan Claudio Ranieri mampu membawa Gli Azzurri kembali ke jalur prestasi dan mengembalikan reputasi salah satu raksasa sepak bola dunia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)