19 January 2026 15:48
Memasuki dua bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, pemerintah daerah terus mengakselerasi proses pemulihan. Selain revitalisasi ekonomi, fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), serta perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyatakan pihaknya kini tengah melakukan pendataan rinci terkait klasifikasi kerusakan rumah warga untuk diajukan ke pemerintah pusat.
"Fokus kita saat ini adalah mendata masyarakat yang terdampak. Kita klasifikasikan mana yang rusak ringan, sedang, berat, hingga yang hilang tersapu banjir. Kami meminta BNPB segera melakukan verifikasi dan validasi karena ini menyangkut proses rehabilitasi rumah warga nantinya," ujar Armia.
Baca Juga :
Kesenjangan Jumlah Hunian
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat lebih dari 13.000 rumah mengalami kerusakan berat. Namun, realisasi pembangunan Huntara saat ini baru mencapai sekitar 600 unit.
Menyadari ketimpangan tersebut, Armia mengaku telah mengajukan kuota pembangunan yang lebih besar untuk mengantisipasi kebutuhan yang berkembang.
"Saya memperkirakan kebutuhannya lebih besar, sekitar 15.000 hunian tetap, karena data di lapangan terus bergerak dinamis. Kami juga sudah menetapkan beberapa titik relokasi dengan ketentuan lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal asal warga," jelasnya.
Selain hunian, Armia juga menyoroti urgensi pembangunan jembatan untuk membuka kembali akses wilayah yang terisolasi. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini hingga tuntas.
"Saya akan terus memperjuangkan target pembangunan Huntara dan Huntap ini agar terus berjalan. Pembangunannya akan kita kerjakan secara bertahap demi pemulihan masyarakat," pungkas Armia.