Bakom RI dan Kadin Perkuat Sinergi untuk Kawal Program Strategis Nasional

11 October 2026 01:49

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mengawal pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Syahganda dalam agenda Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lemhannas RI. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan para pelaku usaha memahami program strategis sekaligus membuka ruang dialog mengenai persoalan yang dihadapi dunia usaha.

Syahganda mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menjelaskan arah kebijakan pemerintah sekaligus mendengarkan masukan dari kalangan pengusaha menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kita ingin memastikan bahwa semua pikiran-pikiran Bapak Presiden dan program-programnya itu bisa dijelaskan kepada teman-teman dari Kadin,” ujar Syahganda dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 10 Oktober 2026.

Ia menyebut, diskusi tersebut juga membahas keluhan pelaku usaha, termasuk kebutuhan akan kepastian ekonomi ke depan di tengah berbagai tantangan, seperti bencana kebakaran hutan.

“Berusaha untuk mendengar keluhan-keluhan apa yang terjadi dalam dunia usaha, kepastian ekonomi ke depan karena ada bencana kebakaran hutan dan lain-lain itu muncul dalam satu diskusi tadi,” katanya.

Syahganda juga mengapresiasi dukungan Kadin Indonesia di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie terhadap program MBG. Program tersebut dinilai memiliki potensi dampak terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa sejumlah indikator makroekonomi nasional menunjukkan tren positif dan stabil. Ia menyebut pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,6 persen, inflasi sekitar 3,5 persen, serta rasio utang terhadap PDB sekitar 40 persen.

“Apakah masih banyak yang mesti diperbaiki? Wajar, karena tujuannya memang kita ingin mencapai 8 persen secara bertahap,” ujar Anindya.

Anindya menegaskan Kadin siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menggerakkan sektor industri, mendorong ekspor, serta memperkuat peran koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X