Burung Bisa Memahami Suara dan Hubungan Sosial? Ini Hasil Risetnya-Serius Ini Hewan?

11 October 2026 15:32

Jakarta: Kicauan burung yang terdengar merdu di alam ternyata menyimpan makna lebih dari sekadar suara. Bunyi yang terdengar di rawa hingga hutan ini tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem, tetapi juga dapat menggambarkan bagaimana burung menerima dan mengolah informasi di lingkungan sekitarnya.

Umumnya, para peneliti berfokus mempelajari bagaimana burung mempelajari dan menghasilkan suara baru. Namun, penelitian terbaru melihat sisi lain, yaitu bagaimana burung memahami informasi yang terkandung dalam suara.
 

 

Burung Mempelajari Makna Suara Melalui Pengalaman

Sebuah riset menunjukkan bahwa burung memiliki kemampuan comprehension learning, yaitu kemampuan mempelajari makna suatu suara melalui pengalaman. Kemampuan ini ditemukan pada sejumlah kelompok burung.

Hasilnya menunjukkan setidaknya 17 ordo burung memiliki kemampuan tersebut, mulai dari bebek, merpati, burung hantu, penguin, pelatuk, kakatua, hingga berbagai jenis burung penyanyi. Meski kemampuan setiap spesies berbeda-beda, para peneliti menyebut kemampuan burung dalam mengambil informasi dari suara tampak lebih berkembang dibandingkan kemampuan mereka mempelajari cara menghasilkan suara.

Misalnya, burung camar mampu mengenali pasangannya, sedangkan bebek dan puyuh dapat mempelajari panggilan induknya sejak masih kecil. Anak burung juga menggunakan karakteristik suara tertentu untuk membantu induknya mengenali mereka.

Burung penyanyi menunjukkan kemampuan yang lebih beragam. Selain mengenali burung lain di sekitarnya, beberapa spesies dapat memahami hubungan sosial, termasuk mengetahui keberadaan tetangga maupun konflik yang terjadi di antara individu lain.
   

Kemampuan Burung Memahami Suara di Kelompoknya

Sejumlah burung bahkan menunjukkan kemampuan yang disebut third-party awareness. Salah satu contohnya adalah burung pelatuk biji ek yang mampu mengenali anggota kelompok, individu yang sebelumnya menjadi bagian dari kelompok, serta hubungan atau interaksi di antara burung lain.

Kemampuan memahami suara juga tidak terbatas pada suara dari spesies sendiri. Beberapa burung dapat mempelajari suara peringatan yang dikeluarkan spesies lain. Burung peri, misalnya, dapat mempelajari suara baru ketika suara tersebut dikaitkan dengan adanya ancaman atau bahaya.

Berbeda dengan kemampuan memahami suara, usage learning atau kemampuan mempelajari cara dan tujuan baru dalam menghasilkan suara ternyata jauh lebih jarang ditemukan pada burung. Meskipun beberapa spesies dapat dilatih untuk menghasilkan suara tertentu dalam penelitian laboratorium, perilaku serupa masih relatif jarang ditemukan secara alami.

Contohnya terlihat pada burung pipit zebra yang dapat mengubah suara panggilannya ketika menghadapi gangguan. Burung paruh bengkok juga menunjukkan fleksibilitas dalam menghasilkan suara ketika mendapatkan pelatihan visual maupun audio, meskipun kemampuan tersebut jarang diamati dalam kondisi alamiah.
 

Nah, kicauan burung ternyata tidak sesederhana suara yang terdengar di alam. Di balik berbagai bunyi tersebut, ada kemampuan untuk mengenali individu, memahami situasi sosial, hingga merespons ancaman. Artinya, komunikasi burung mungkin menyimpan jauh lebih banyak makna daripada yang selama ini kita bayangkan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X