29 June 2024 14:56
Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Albania sepakat menjalin kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan khususnya sektor pariwisata.
Pemerintah Albania juga menjanjikan fasilitas hak dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia.
Kerjasama pemerintah Indonesia dan Albania ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent yang dilakukan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan Wakil Menteri Ekonomi Inovasi dan Budaya Albania Olta Manjani di kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI di Jakarta.
Dalam sambutannya, Ida Fauziah menyebut kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kedua negara dalam berbagai bidang, khususnya ketenagakerjaan.
Ida juga menyebutkan, melalui kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan mengutungkan bagi kedua negara.
"Letter of Intent yang telah ditandatangani menjadi tahap awal kolaborasi dan kemitraan negara Indonesia dengan Albania. Hal ini mencerminkan komitmen kita bersama untuk lebih mengembangkan dan memperkuat kerjasama bilateral yang bersahabat dan mendorong arus migrasi yang aman, teratur, menjunjung tinggi prinsip-prinsip kesetaraan, menguntungkan, dan saling menghormati," ungkap Ida.
Sementara itu wakil Menteri ekonomi Inovasi dan budaya Albania OL tamanjadi memastikan pemerintah Albania akan memberikan fasilitas hak dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia
"Kesepakatan hari ini terkait pekerja migran di Albania yang bekerja di bidang hotel dan pariwisata. Kami telah meraih pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata, maka tidak mungkin bagi kami untuk bekerja sendiri, dengan ini kami bermaksud untuk bekerja sama dengan Indonesia yang telah berpengalaman dalam bidang pariwisata," Ungkap Olta.
KBRI Albania membutuhkan pekerja migran Indonesia sebanyak 21.000 orang. Kemnaker akan memanfaatkan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai wilayah Indonesia yang menyediakan pelatihan khusus untuk kebutuhan industri pariwisata.
Hubungan diplomatik Indonesia dengan Albania dimulai sejak 4 Mei 1994, secara umum hubungan Indonesia dan Albania berjalan dengan baik. Kedua negara saling mendukung organisasi-organisasi internasional dan hubungan perdagangan.