1 September 2023 16:11
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Rapat Pleno DPP PKB untuk membahas kabar duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di kantor DPP PKB Jakarta Pusat. Bagi PKB, wacana Anies-Cak Imin adalah sesuatu yang wajar. Mengingat Cak Imin memiliki kekuatan massa di Jawa Timur.
Dinamika politik terus terjadi, peta koalisi pun tampaknya akan mengalami perubahan yang signifikan. Anies Baswedan dikabarkan menggandeng Cak Imin yang merupakan Ketua Umum PKB menjadi bakal calon wakil presidennya dalam Pilpres 2024 mendatang. Apabila hal ini resmi diumumkan, maka peta koalisi pun akan mengalami perubahan.
Dalam peta koalisi awal, Anies Baswedan didukung oleh tiga partai politik ini yaitu NasDem, PKS dan Demokrat dengan jumlah 163 kursi. Kemudian Ganjar Pranowo didukung PDIP dan PPP dengan 147 kursi. Lalu Prabowo Subianto dengan Gerindra, Golkar, PAN dan PKN dengan total 265 kursi.
Dengan dinamika politik saat ini, kemungkinan PKB bergeser mendukung Anies Baswedan membuatnya mengantongi total 221 kursi. Sementara kursi koalisi pengusung Prabowo berkurang menjadi 207 kursi.
Namun, peta koalisi ini diprediksi tidak lama. Sebab, beredar informasi Partai Demokrat akan keluar dari koalisi pengusung Anies Baswedan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menilai keputusan menjaring Cak Imin sebagai pengkhianatan. Khususnya pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang diteken Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.v